Kamis, 08 Desember 2011

kucing saya/gue/gw/aku/inyong emang paling hobi tidur dengan pose yang ajaib.

ini dia contohnya:















Ok, dia melek. aku tau.
Tapi 5 menit kemudian ni kucing tidur kok.. *suwer

Dan malem ini si kucing--yang sebenarnya bernama Hero-- tidur di paha saya dengan posisi kepala dibawah dan kaki di atas. Tapi buat yang satu ini redaksi (ca'elah) belom bisa menampilkan pose asoy tersebut. Hal ini dikarenakan si kucing belum bersedia tubuhnya diekspose ke ranah media. Hal ini terbukti setiap saya mengacungkan kamera, si kucing langsung bergerak-gerak gak keruan. Selain itu hal ini juga didukung ketidak-profesional-an sang juru foto (saya.red)

Rasa-rasanya gak adil kalo si kucing yang posenya kita ekspose di dunia maya ini gak kita jabarin identitas sebenarnya. Namanya adalah Hero. Hero Pahlawan Bermuda. Latar belakangnya sih karena diperkirakan ini kucing lahir di bulan November berdekatan dengan hari pahlawan. Nah, kalo nama Bermuda itu, jangan tanya artinya. Saya juga gak tahu. Ini juga baru dapet ilham. yang jelas, si kucing ini yatim piano, eh piatu. dia ditemuin di depan rumah kost temen saya. Nah, amanat dari kasus ini adalah, apakah manusia bertingkah seperti kucing yang doyan buang anak, ataukah kucing yang uda terserang trend manusia membuang anak? (retoris).
eniwey (alay, alih bahasa) anyway, ini kucing sempet terancam kagak dapet ortu adopsi karena status sosial dia yang rendah. Kucing kampung. Padahal kalo orang-orang liat, mukanya mirip Darius Sinatria. Soooo cute. akhirnya, saya putuskan untuk mengadopsi dia."Hitung-hitung sebagai langkah awal buat bikin panti asuhan khusus kucing." itu kata pacar saya, kalo kata saya, yah gakpapa lah.. abis ganteng sih.


Awal ngerawat si kucing (padahal namanya Hero), saya mengalami sindrome yang bernama baby blue. (macam punya bayi lah ini). Si kucing ini punya kebiasaan bangun jam 5 pagi ngeyong-ngeyong (ngeong-ngeong .red) minta susu. Trus tengah hari dia bakal melakukan hal serupa buat minta susu. begitu seterusnya sepanjang hari selama beberapa hari. Seiring perkembangan hari, umur si kucing bertambah (kalimat yang boros). Seiring perkembangan umurnya, kebiasaannya pun bertambah. Setiap saya pulang kuliah, si kucing bakal ngeyang-ngeyong (ngeang-ngeong .red) minta digendong. Pipis di baju. saya ngumpat-ngumpat. Kegiatan ini berlangsung sampai beberapa hari yang lalu. Tuan yang bodoh *geleng-geleng.

Ini lah seninya pelihara kucing. Mukanya lucu, tapi e'ek-nya enggak. Kelakuannya ngegemesin, tapi pipisnya enggak. Tapi meskipun demikian, ini kucing berjasa karena membuat gw jadi makin sering inget pulang ke rumah. Saya selalu khawatir sama dia. "Dia uda makan belum ya? Tadi saya taro di mana ya itu kucing? Dia kesepian gak ya? Dia udah e'ek belum ya?" begitu lah pikiran saya sehari-hari. Tapi untungnya pikiran itu gak muncul ketika saya mikirin pacar.

hoaaahm, ngeliat ini kucing tidur (padahal gw taro di dapur), bikin mata jadi ikutan pengen tidur. Malem ini segini dulu aja deh... Mungkin blog ini bakal makin sering saya kunjungin soalnya tadi saya sempet lupa password  gara-gara uda kelamaan gak buka ni blog. tadi aja pas masuk banyak banget rayap ama ke**a.

see you! miaaaw



Tidak ada komentar:

Posting Komentar